Parenting Anak Autis Sebenarnya Tidak Jauh Beda
Aneh jika ada yang bilang parenting anak autis itu beda dengan cara mendidik anak normal. Mereka yang menganggap beda bisa disebabkan karena pola asuh yang mereka lakukan juga kurang tepat.
Sebelumnya, apa yang bunda ketahui mengenai pola asuh anak? Akan lebih jelas jika bunda pelajari dulu mengenai tiga jenis pola asuh anak; otoriter, otoritatif, dan permisif. Dari sana, bunda akan tahu mana pola asuh anak yang baik. Dan ternyata, pola asuh itulah yang juga perlu dilakukan kepada anak autis.
Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri ada hal-hal khusus yang harus dilakukan orang tua yang punya anak yang berkebutuan khusus. Selain menerapkan pola asuh yang baik, orang tua juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini.
- Lingkungan Yang Tepat
Sangat disayangkan tidak semua tempat bisa menerima anak autis. Hal ini disebabkan masyarakat menganggap anak autis itu beda dengan anak normal. Ini tidak akan terjadi jika tidak ada perbedaan antara anak normal dengan anak autis.
Karena itulah faktanya, maka orang tua harus memilihkan lingkungan yang tepat, yaitu lingkungan yang bisa menerima anak autis sebagaimana mestinya. Lingkungan yang tidak memandang anak autis itu beda.
Salah satu tempat yang tepat adalah sekolah di mana di sana semuanya anak autis. Ini sangat disayangkan. Seharusnya, semua sekolah bisa menampung anak-anak dengan kebutuhan khusus. Dengan demikian, orang tua yang memiliki anak autis tidak perlu bersusah payah untuk menemukan sekolah dengan lingkungan yang tepat. Mereka bisa menemukan sekolah di mana saja.
- Menemukan Titik Hebat Anak
Pada dasarnya, pola asuh anak yang baik adalah pola asuh yang bisa membuat anak menemukan bakat atau potensi terbaik pada dirinya. Ini yang harus dipahami. Pola asuh yang baik bukan pola asuh yang membuat anak penurut. Bukan ya bunda. Bunda harus menerapkan pola asuh yang membuat anak mengasah kreativitas yang mungkin di sanalah potensi terbaik anak.
Ini pula yang harus dilakukan oleh orang tua dengan anak yang berkebutuhan khusus. Jangan mengira bahwa anak autis itu anak yang tidak berprestasi atau anak yang tidak bisa berkembang layaknya anak normal. Ada sisi positif yang menjadi titik potensi terbesar pada anak autis. Dan orang tua harus fokus mencari apa itu.
- Perhatian Lebih
Ada beberapa orang tua yang memiliki anak autis yang akhirnya berhenti bekerja. Untuk apa? Tidak lain untuk mengurus anak. Mereka memahami anak butuh perhatian dan juga pengasuhan 100% dari seorang ibu. Makanya, ada salah satu yang mengalah, entah itu suami atau istri yang akhirnya harus selalu berada di samping sang buah hati.
Anak autis membutuhkan pengasawan ekstra. Hal inilah yang membuat orang tua akhirnya membuat keputusan besar, yaitu fokus memperhatikan anak sampai tidak satu detik pun terlewatkan. Pasti bersama sang buah hati.
Dan ini pula yang menjadi cara yang paling tepat untuk menemukan potensi yang ada di dalam anak tersebut. Potensi tidak muncul pada waktu tertentu. Potensi bisa muncul kapan saja. Dan dengan memberikan perhatikan 100% kepada sang buah hati, orang tua tidak akan terlewatkan menemukan potensi ketika tiba-tiba muncul.
Memiliki anak autis bagi beberapa orang merupakan ujian. Namun, bagi orang tua yang mengerti mengenai parenting anak autis, mereka sadar betapa luar biasa anak yang lahir di dunia karena mereka punya potensi yang hebat yang berbeda-beda.

Comments
Post a Comment